Latar belakang. Ventricular septal defect (VSD) adalah penyakit jantung bawaan tersering pada anak yang sering memerlukan intervensi. Namun, bukti perbandingan luaran jangka panjang, khususnya terkait gangguan irama jantung dan fungsi ventrikel, antara penutupan transkateter dan bedah masih terbatas.Metode. Tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan di PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan OpenAlex untuk studi akses terbuka berbahasa Inggris (2015-2025). Studi diinklusi jika melibatkan pasien pediatrik dengan VSD kongenital yang menjalani penutupan transkateter atau bedah dan melaporkan luaran jangka panjang terkait aritmia atau fungsi ventrikel. Data disintesis secara naratif.Hasil. Dua studi (total 140 pasien) memenuhi kriteria. Studi Singab dkk melaporkan gangguan irama (terutama complete atrioventricular block transien) lebih banyak pada periode perioperatif–awal pascaprosedur, dengan lama rawat ICU dan inap yang lebih singkat pada kelompok transkateter. Studi Yosy dkk menemukan incomplete right bundle branch block sebagai aritmia tersering pada tindak lanjut jangka menengah–panjang, tanpa perbedaan signifikan antar kelompok. Fungsi ventrikel kiri tetap stabil pada kedua teknik.Kesimpulan. Baik penutupan VSD transkateter maupun bedah pada anak menunjukkan luaran jangka panjang yang setara terkait gangguan irama dan fungsi ventrikel. Teknik transkateter memberikan keunggulan dalam pemulihan awal, sementara gangguan konduksi jangka panjang pada kedua teknik umumnya bersifat ringan dan tidak progresif.
Copyrights © 2026