Latar belakang. Infeksi dengue masih menjadi masalah kesehatan utama dengan angka kejadian yang terus meningkat, terutama pada -anak. Pemeriksaan hematologi sederhana seperti kadar hematokrit dan jumlah trombosit berpotensi digunakan sebagai indikator awal severitas dengue. Tujuan. Menilai hubungan kadar hematokrit dan jumlah trombosit dengan severitas infeksi dengue, serta membandingkan sensitivitas dan spesifisitas keduanya sebagai prediktor dini severe dengue. Metode. Penelitian observasional analitik retrospektif dilakukan pada 119 pasien anak dengan infeksi dengue di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari 2023–Desember 2024. Analisis data menggunakan uji Chi-square, Spearman, serta kurva ROC. Hasil: Hemokonsentrasi ditemukan pada 33,6% pasien dan menunjukkan hubungan signifikan dengan severitas dengue (p=0,009; r=0,233). Hematokrit memiliki sensitivitas 100%, spesifisitas 69%, dan area di bawah kurva/AUC 0,762. Trombositopenia ditemukan pada 77,3% pasien dan juga berhubungan signifikan (p=0,019; r=0,227), dengan sensitivitas 100%, spesifisitas 12,2%, dan AUC 0,799. Hemokonsentrasi terbukti sebagai indikator dini kebocoran plasma, sedangkan trombositopenia efektif sebagai parameter eksklusi severe dengue, tetapi tidak cukup spesifik bila digunakan secara tunggal. Kesimpulan. Hematokrit dan trombosit berhubungan dengan tingkat keparahan infeksi dengue pada anak. Pemeriksaan hematologi sederhana ini dapat menjadi alat skrining dini untuk mengidentifikasi risiko severe dengue, sehingga membantu klinisi dalam menentukan tatalaksana lebih cepat dan tepat.
Copyrights © 2026