Latar belakang. Peningkatan prevalensi organisme resisten multidrug (MDRO) menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan anak, terutama di unit perawatan intensif. Penggunaan alat medis invasif, seperti ventilator, kateter vena sentral (CVC), dan kateter urin, diduga sebagai faktor risiko infeksi MDRO.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan alat medis invasif dan kejadian infeksi MDRO pada pasien anak.Metode. Penelitian kasus–kontrol dilakukan di ruang perawatan intensif anak RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, periode Juli 2022 hingga Juni 2023. Data diperoleh dari rekam medis pasien anak usia 1 bulan hingga 18 tahun yang menjalani kultur dan uji kepekaan antibiotik. Sebanyak 80 pasien diikutsertakan, terdiri atas 40 kasus dengan infeksi MDRO dan 40 kontrol tanpa infeksi MDRO. Variabel yang dianalisis meliputi penggunaan ventilasi mekanik invasif, CVC, kateter urin, dan klinis.Hasil. Analisis multivariat menunjukkan bahwa penggunaan ventilasi mekanik invasif berhubungan signifikan dengan infeksi MDRO (aOR=4,27; IK95%:1,21-15,03; p=0,024). Meskipun pada analisis bivariat kateter urin menunjukkan hubungan signifikan (p=0,044), namun pada model akhir multivariat tidak ditemukan hubungan bermakna baik pada kateter urin (p=0,828) maupun CVC (p=0,937). MDRO yang paling sering ditemukan adalah organisme penghasil Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) (42,5%), Acinetobacter baumannii resisten karbapenem (CRAB) (22,5%), dan Staphylococcus aureus resisten metisilin (MRSA) (22,5%).Kesimpulan. Penggunaan ventilasi mekanik invasif merupakan faktor risiko signifikan terjadinya infeksi MDRO pada pasien anak. Strategi untuk meminimalkan penggunaan alat invasif serta kepatuhan ketat terhadap protokol pencegahan infeksi sangat penting guna menekan kejadian infeksi MDRO di ruang perawatan intensif anak.
Copyrights © 2026