Perkembangan layanan perbankan digital mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan sistem transaksi non-tunai yang lebih efisien dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi nasabah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penjual tanaman terhadap penggunaan aplikasi BRImo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di BRI Cabang Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan jumlah responden sebanyak 30 pelaku UMKM penjual tanaman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konjoin untuk mengukur tingkat kepentingan relatif (importance value) dan nilai utilitas (part-worth utility) dari lima atribut utama, yaitu kemudahan penggunaan, kelengkapan fitur UMKM, keamanan transaksi, biaya transaksi, dan promosi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan merupakan atribut paling dominan dengan tingkat kepentingan sebesar 28,6%, diikuti oleh kelengkapan fitur UMKM (24,1%) dan keamanan transaksi (21,3%). Nilai utilitas tertinggi terdapat pada level “sangat mudah digunakan”, “fitur lengkap”, dan “keamanan tinggi”. Sementara itu, biaya transaksi dan promosi digital memiliki pengaruh yang relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa UMKM penjual tanaman bersikap rasional dan fungsional dalam mengadopsi BRImo dengan memprioritaskan efisiensi operasional dan dukungan langsung terhadap aktivitas usaha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan layanan BRImo yang lebih sesuai dengan kebutuhan UMKM sektor pertanian.
Copyrights © 2025