Permasalahan Tantangan yang dihadapi oleh SMP Negeri 22 Mesuji antara lain adalah keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan profesional, serta budaya kerja yang belum sepenuhnya mengedepankan kolaborasi antar guru. Dukungan terhadap pengembangan kompetensi guru yang telah berjalan hanya melalui metode kegiatan supervisi. Meskipun metode ini sudah diterapkan selama bertahun-tahun, hasilnya sering kali belum merangsang perubahan yang signifikan. Salah satu model supervisi yang terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah model coaching, yang dikenal dengan sebutan alur Tirta. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, jadi bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode coaching Alur Tirta dalam meningkatkan inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di SMP Negeri 22 Mesuji. Serta bertujuan dalam memberikan solusi terhadap faktor yang menghambat proses peningkatan inovasi pembelajaran guru melalui metode coaching tesebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik mereduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan partisipasi siswa, kreativitas guru, dan efisiensi evaluasi pembelajaran di SMP Negeri 22 Mesuji. Namun, implementasi ini tidak lepas dari kendala, seperti kurangnya kepercayaan diri guru, keterbatasan fasilitas, dan resistensi terhadap perubahan. Solusi kolaboratif seperti pelatihan TIK sederhana, micro-coaching, pembentukan komunitas belajar, serta pemanfaatan media alternatif berhasil mengatasi hambatan tersebut.
Copyrights © 2026