Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan karakteristik model penelitian fenomenologi, filologi, dan arkeologi dalam kajian humaniora. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan dan penelaahan berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti buku dan artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomenologi berfokus pada pengalaman sadar individu untuk menemukan makna esensial suatu fenomena melalui proses reduksi, deskripsi, dan intensionalitas. Filologi menitikberatkan pada kajian naskah dan teks masa lampau dengan tahapan inventarisasi, deskripsi, perbandingan teks, hingga penyuntingan guna merekonstruksi teks yang mendekati bentuk aslinya serta mengungkap nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Sementara itu, arkeologi mengkaji kebudayaan masa lalu melalui analisis data material seperti artefak, fitur, dan situs untuk merekonstruksi aspek teknologi, sosial, dan ideologis masyarakat terdahulu. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga model penelitian tersebut memiliki perbedaan pada objek kajian dan teknik analisis, namun saling melengkapi dalam memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap realitas masa lalu dan pengalaman manusia. Kata kunci: Fenomenologi, filologi, dan arkeologi.
Copyrights © 2026