Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pemilihan lokasi usaha UMKM di Kota Solok yang umumnya dilakukan berdasarkan tingkat keramaian tanpa didukung oleh analisis keuangan yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakefisienan biaya dan ketidakstabilan laba. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana kelayakan finansial pemilihan lokasi usaha UMKM dianalisis menggunakan pendekatan Biaya–Volume–Profit (Cost–Volume–Profit/CVP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan struktur biaya, margin kontribusi, serta titik impas pada dua alternatif lokasi usaha, yaitu pusat pasar dan area sekitar pasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara terstruktur dan observasi terhadap UMKM sektor kuliner dan ritel, serta data sekunder berupa pencatatan keuangan sederhana. Teknik analisis dilakukan menggunakan perhitungan margin kontribusi, break-even point (BEP), dan simulasi laba pada tingkat volume penjualan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dengan biaya tetap lebih rendah memiliki titik impas yang lebih kecil dan menghasilkan laba yang lebih stabil dibandingkan dengan lokasi dengan biaya sewa tinggi, meskipun volume penjualan relatif sama. Dengan demikian, pendekatan CVP terbukti efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam menentukan lokasi usaha yang optimal dan berkelanjutan bagi UMKM.
Copyrights © 2026