Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah mengenai ketenangan jiwa sebagai instrumen self-healing bagi problematika psikologis Generasi Z, khususnya fenomena Quarter-Life Crisis. Ketidakpastian masa depan dan tekanan sosial di era digital sering kali memicu kecemasan eksistensial yang berdampak pada degradasi kesehatan mental. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Data primer bersumber dari teks QS. Ar-Ra’d [13]: 28 dalam kitab Tafsir Al-Mishbah, sementara data sekunder diperoleh dari literatur psikologi terkait kesehatan mental. Teknik analisis data dilakukan melalui metode deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan konsep tuma’ninah dalam tafsir dan teori psikologi positif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mekanisme dzikir dalam perspektif Quraish Shihab tidak hanya bersifat eskatologis-ritualistik, namun mencakup aspek kognitif yang mampu merekonstruksi pola pikir individu dalam menghadapi tekanan hidup. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa internalisasi makna mengingat Allah (dzikrullah) berfungsi sebagai stabilisator emosional yang efektif dalam mereduksi kecemasan masa depan melalui penguatan spiritualitas dan optimisme religius.
Copyrights © 2026