Pertanian padi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan irigasi,terutama karena pemantauan kelembapan tanah umumnya dilakukan secara manual. Kondisi inimembuat penyiraman tidak efisien dan hanya berdasarkan perkiraan petani. Penelitian ini bertujuanmerancang dan menguji prototype sistem irigasi otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 yangdilengkapi sensor kelembapan tanah, motor servo sebagai katup air, LCD I2C, dan aplikasi Blynk untukpemantauan jarak jauh. Prototype diuji coba pada lahan percobaan sekala kecil 30 × 30 cm (0,09 m²) diDesa Purwadadi dengan ketinggian air rata-rata 2 cm. Metode yang digunakan adalah deskriptifkualitatif melalui observasi lapangan, wawancara petani, uji perangkat, dan kajian literatur. Hasil ujimenunjukkan sistem bekerja otomatis ketika kelembapan turun di bawah 40% dan berhenti saatnilainya melebihi ambang tersebut. Data dan notifikasi terkirim secara real-time ke aplikasi Blynk,sementara fitur kontrol manual juga berfungsi baik. Dibandingkan metode tradisional, prototype inimampu menghemat waktu kerja hingga 90% dan penggunaan air 50–55%, dengan konsumsi dayarendah (±1,2 watt) serta suhu operasi stabil di bawah 50°C. Temuan ini menegaskan potensi penerapanprototype pada lahan skala kecil hingga menengah sebagai teknologi tepat guna untuk meningkatkanefisiensi dan keberlanjutan produksi pangan.
Copyrights © 2026