Pembelajaran mahārah al-qirā’ah dalam pendidikan bahasa Arab masih cenderung menekankan pemahaman literal teks, sehingga belum sepenuhnya mampu mengembangkan kemampuan literasi kritis peserta didik. Kondisi ini menyebabkan aktivitas membaca terbatas pada penguasaan makna leksikal dan struktural, tanpa mendorong pembaca untuk menafsirkan, mengevaluasi, dan merefleksikan teks secara kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan mahārah al-qirā’ah berbasis literasi kritis melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan analisis kritis terhadap literatur nasional dan internasional yang relevan dengan pembelajaran membaca bahasa Arab dan konsep literasi kritis. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah dan buku akademik yang dipilih secara selektif berdasarkan relevansi dan kredibilitas sumber. Hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran paradigma pembelajaran mahārah al-qirā’ah dari pendekatan struktural menuju pendekatan yang lebih kritis dan bermakna. Namun demikian, implementasi literasi kritis dalam praktik pedagogis masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara sistematis dalam desain pembelajaran. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan kerangka konseptual pengembangan mahārah al-qirā’ah berbasis literasi kritis sebagai fondasi pembelajaran bahasa Arab yang kontekstual, reflektif, dan transformatif, serta relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2026