Penelitian ini mengkaji pengaruh pertumbuhan UMKM dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di delapan provinsi Pulau Sumatera periode 2013–2024. Menggunakan data panel dan estimasi Fixed Effect Model, hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (koef. = 0,3595; p < 0,01), sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan (koef. = −0,8103; p < 0,01). Model menjelaskan 86,8% variasi pertumbuhan ekonomi (Adjusted R² = 0,868). Temuan menegaskan peran UMKM sebagai pendorong pertumbuhan regional sekaligus menyoroti besarnya dampak pengangguran sebagai hambatan utama. Berdasarkan hasil tersebut direkomendasikan kebijakan terpadu berupa penguatan akses pembiayaan dan digitalisasi UMKM serta program pelatihan vokasi dan insentif penyerapan tenaga kerja untuk menurunkan pengangguran. Sinergi kebijakan pemberdayaan UMKM dan pengurangan pengangguran diperlukan untuk mewujudkan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah Sumatera.
Copyrights © 2026