Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memberikan tekanan terhadap keberlanjutan ekosistem mangrove di Desa Mertak sebagai wilayah pesisir penyangga kawasan pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi konservasi mangrove serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekosistem mangrove di Desa Mertak belum optimal akibat aktivitas penebangan, pembangunan infrastruktur, serta lemahnya pemeliharaan pasca penanaman. Keterlibatan masyarakat masih bersifat terbatas dan cenderung hanya pada tahap penanaman, tanpa keterlibatan aktif dalam pengelolaan, pemantauan, dan pengambilan keputusan. Ketiadaan kelembagaan pengelola dan regulasi desa (Peraturan Desa) menjadi hambatan utama dalam mewujudkan konservasi mangrove yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan lokal, penyusunan regulasi desa, peningkatan kapasitas masyarakat, kolaborasi multipihak, serta pengembangan alternatif ekonomi berbasis lingkungan sebagai strategi konservasi mangrove berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2026