Isu lingkungan menuntut UMKM untuk mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam sistem pelaporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan format laporan keuangan hijau yang sesuai dengan karakteristik operasional UMKM bengkel otomotif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis kualitatif dengan analisis cara dokumentasi keuangan dan konten limbah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan karyawan bengkel otomotif serta pihak Dinas Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM bengkel telah melakukan pengelolaan limbah berbasis praktik operasional dan prinsip 3R secara terbatas, namun pencatatan pendapatan dan biaya lingkungan masih bercampur dengan transaksi operasional umum. Penelitian ini mengidentifikasi transaksi lingkungan dan mengklasifikasikan biaya lingkungan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan hijau. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan laporan kinerja keuangan hijau dan laporan keuangan hijau yang bersifat aplikatif bagi UMKM posisi bengkel otomotif. Keterbatasan penelitian meliputi cakupan wilayah dan jumlah informan yang terbatas serta belum adanya pengukuran dampak penerapan laporan keuangan hijau terhadap kinerja keuangan dan lingkungan secara kuantitatif.
Copyrights © 2026