Usaha hidroponik skala rumah tangga di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam aspek literasi akuntansi dan strategi pemasaran. Permasalahan utama mitra meliputi belum teraturnya pencatatan keuangan usaha, pencampuran keuangan pribadi dengan usaha, penentuan harga jual tanpa perhitungan biaya produksi yang jelas, serta pemasaran yang masih terbatas pada lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM pertanian dalam menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, menganalisis kelayakan usaha, serta merancang strategi pemasaran produk hidroponik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan partisipatif, simulasi usaha, serta pendampingan melalui diskusi kelompok dan konsultasi individual. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terkait pencatatan keuangan, perhitungan harga pokok produksi, analisis titik impas, serta diversifikasi sistem penjualan dalam satuan kilogram, pax, dan paket, termasuk promosi pada kegiatan Car Free Day. Secara keseluruhan, pengabdian ini berhasil memperkuat kemampuan manajerial peserta dalam mengelola usaha hidroponik secara lebih berkelanjutan. Disarankan agar pendampingan dilanjutkan secara periodik serta didukung pembentukan jejaring pemasaran desa dan pemanfaatan teknologi digital sederhana
Copyrights © 2026