Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis tingkat, faktor-faktor penyebab, dan dampak stres yang dialami siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kelas XII dalam proses pengambilan keputusan karir lanjutan pasca-kelulusan. Menggunakan metode studi literatur, artikel ini mengkaji berbagai penelitian akademis yang relevan dari tahun 2020 hingga 2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa stres pemilihan karir merupakan fenomena umum yang ditandai oleh ketidakpastian, keraguan diri (career indecision), dan tekanan eksternal, terutama dari orang tua dan tuntutan pasar kerja. Stres ini diperburuk oleh rendahnya efikasi diri karir dan kurangnya literasi karir yang memadai. Secara teoritis, stres karir dapat dipahami melalui Teori Transaksional Stres Lazarus, di mana siswa menilai tuntutan karir sebagai melebihi sumber daya koping mereka. Dampak stres yang signifikan meliputi penurunan performa akademik, masalah kesehatan mental, dan penundaan keputusan karir. Pembahasan lebih lanjut menguraikan perlunya model intervensi konseling karir yang komprehensif dan terintegrasi, seperti Konseling Kognitif Perilaku (CBT) dan teknik berbasis mindfulness, yang dapat diterapkan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai dasar untuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berikutnya.
Copyrights © 2026