berada. Lokasi tanah biasanya berhubungan dengan kedekatan tanah tersebut dengan fasilitas tertentu. dalam penelitian ini yang dibahas adalah kedekatan dengan fasilitas transportasi darat dan udara. Fasilitas transportasi darat dan udara dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif untuk nilai tanah. Tujuan penenelitian ini adalah ingin mengembangkan model penilaian tanah untuk mengakomodasi dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan fasilitas transportasi darat dan udara. Pemodelan nilai tanah menggunakan Geographically Weighted Regression (GWR). Pemodelan nilai tanah dengan GWR akan mendapatkan model di tiap persil. Fasilitas transportasi yang dijadikan parameter penilaian untuk nilai tanah ini adalah lebar jalan. radius bandara. radius rel kereta api. jarak ke stasiun. jarak ke terminal. jarak ke pasar. jarak ke pemadam kebakaran. jarak ke rumah sakit. status hukum lahan. guna lahan. dan kesesuaian lahan. Model GWR yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan kernel fixed gaussian dan fixed bisquare dengan pencarian bandwidth optimum menggunakan Akaike Information Criterion (AIC) dan Cross Validation (CV). Selain dengan GWR. dilakukan juga pemodelan dengan regresi linier. Analisis model dilakukan dengan melihat residu antara variabel dependen, yaitu Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) dan Zona Nilai Tanah (ZNT) Badan Pertanahan Nasional (BPN). Perbandingan juga dilakukan tiap persil dengan survey lapangan. Model yang dipilih untuk merepresentasikan daerah Kelurahan Campaka adalah GWR dengan fixed gaussian dan AIC. Pemilihan ini berdasarkan nilai root mean square error (RMSE) dan kondisi nilai tanah.
Copyrights © 2016