Terminal dan pasar merupakan fasilitas publik dengan karakter aktivitas berbeda namun saling terkait. Di Maospati, Kabupaten Magetan, terminal penumpang tipe B dan pasar rakyat berada dalam satu tapak tetapi belum terintegrasi secara spasial dan fungsional, sehingga menimbulkan konflik sirkulasi, zonasi yang tidak tertata, dan penurunan kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep desain terpadu untuk mengintegrasikan kedua fungsi dalam satu tapak perancangan. Metode yang digunakan adalah metode perancangan arsitektur dengan pendekatan desain terpadu melalui analisis tapak, penyusunan program ruang, dan pengembangan konsep zonasi serta sirkulasi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi dapat dicapai melalui pemisahan zonasi fungsi, penerapan sistem sirkulasi berhirarki, serta penyediaan ruang transisi sebagai elemen penghubung antara aktivitas transportasi dan perdagangan. Pendekatan ini mampu meningkatkan keterbacaan ruang, efisiensi pergerakan, dan kualitas ruang publik.
Copyrights © 2026