Kualitas produk merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan manufaktur. CV. SMY merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi tas ransel dengan tingkat permintaan yang cukup tinggi. Namun, dalam proses produksinya masih ditemukan berbagai jenis kecacatan produk yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi serta menurunnya kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas pada produk tas ransel serta mengidentifikasi faktor penyebab utama terjadinya kecacatan produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko kegagalan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) dan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar penyebab terjadinya kecacatan produk. Data penelitian diperoleh dari laporan produksi dan data produk cacat periode Januari–September 2025 melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat dengan nilai RPN tertinggi adalah jahitan tidak rapi yang disebabkan oleh kurangnya ketelitian operator dan ketidakstabilan pengaturan mesin jahit. Selain itu, faktor lain yang memengaruhi kecacatan produk adalah kondisi lingkungan kerja yang lembap serta kualitas material kain dan resleting yang kurang baik. Berdasarkan hasil analisis RCA, usulan perbaikan yang diberikan meliputi peningkatan keterampilan operator melalui pelatihan berkala, penerapan SOP secara lebih ketat, perbaikan kondisi lingkungan kerja, serta peningkatan standar pemilihan bahan baku. Implementasi usulan perbaikan tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat kecacatan produk dan meningkatkan efektivitas sistem pengendalian kualitas pada proses produksi tas ransel.
Copyrights © 2026