Serat alam sebagai bahan komposit semakin berkembang karena sifatnya yang ringan, terbarukan, dan ramah lingkungan. Penelitian mengenai potensi serat pelepah nipah (Nypa fruticans) terbatas, khususnya pengaruh pengasapan suhu terkontrol terhadap perubahan sifat mekanik dan morfologi serat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi durasi pengasapan terhadap kekuatan tarik serat dan morfologi permukaan serat. Metode penelitian dilakukan dengan memberikan pengasapan pada suhu 45 °C dengan variasi waktu 0, 5, 10, 15, dan 20 jam. Karakterisasi morfologi permukaan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM); sifat mekanik dianalisis melalui uji tarik serat tunggal dengan mengukur diameter serat, luas penampang, gaya tarik maksimum, dan kekuatan tarik. Hasil pengamatan SEM menunjukkan peningkatan durasi menyebabkan penyusutan lumen, peningkatan kekasaran permukaan, dan munculnya retakan mikro akibat paparan panas. Hasil uji tarik menunjukkan kekuatan tarik meningkat dari 53,20 MPa pada serat tanpa perlakuan menjadi 111,03 MPa pada durasi pengasapan 15 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh penurunan diameter, pengurangan kadar air, dan degradasi parsial komponen amorf seperti hemiselulosa. Pada durasi 20 jam, kekuatan tarik menurun menjadi 100,83 MPa akibat degradasi dinding sel. Penelitian ini menegaskan pengasapan selama 15 jam pada suhu 45 °C merupakan kondisi optimum meningkatkan sifat mekanik serat nipah.
Copyrights © 2026