Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Roll Burnishing dengan Penambahan Bola Bearing pada Kualitas Permukaan Hasil Pembubutan Mild Steel ST37 Patulak, Frengky Sulo; Musa Bondaris Palungan; Nitha
Quantum Teknika : Jurnal Teknik Mesin Terapan Vol. 7 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jqt.v7i1.28432

Abstract

The turning process is a primary method in the manufacturing industry for producing components with high accuracy and surface quality. However, the results of turning often require additional finishing processes to achieve the desired surface roughness. This study employs the roll burnishing technique with the addition of ball bearings to enhance the surface quality of mild steel (ST37) after turning. The research analyzes the effects of spindle speed variation (70–1255 RPM) and depth of cut (0.2–1.4 mm) on surface roughness, as well as the correlation between these two parameters. The methods used include experiments with parameter variations, surface roughness measurements using a Surface Roughness Tester, and statistical analysis through linear regression and ANOVA using SPSS. The results indicate that spindle speed significantly affects surface roughness (R² = 0.758), with higher speeds reducing roughness. The depth of cut also has a strong influence (R² = 0.911), with increased depth reducing roughness. The combination of both parameters explains 74.4% of the variation in surface roughness. These findings provide practical guidance for the industry to optimize roll burnishing parameters to improve surface quality and production efficiency.
Pengaruh Durasi Pengasapan Terhadap Sifat Tarik Serat Tunggal dan Morfologi Permukaan Serat Pelepah Aren (Arenga Pinnata) Salo, Lery Alfriany; Musa Bondaris Palungan; Nitha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1572

Abstract

Pemanfaatan serat alam sebagai penguat komposit ramah lingkungan terus meningkat, namun keterbatasan sifat fisik, kimia, dan ikatan antarmuka masih menjadi tantangan utama dalam aplikasinya. Salah satu pendekatan modifikasi serat yang potensial dan relatif sederhana adalah perlakuan pengasapan, yang mampu memodifikasi struktur kimia dan morfologi permukaan serat. Penelitian ini menganalisis pengaruh durasi pengasapan suhu rendah terhadap komposisi kimia, sifat fisik, morfologi permukaan, dan kekuatan tarik serat tunggal pelepah aren bagian bawah. Pengasapan dilakukan menggunakan kotak pengasapan dengan sumber asap dari pembakaran tempurung kelapa, pada suhu terkontrol 45 °C, dengan variasi durasi 0, 5, 10, 15, dan 20 jam. Parameter yang diuji meliputi komposisi kimia, kekuatan tarik serat tunggal, serta karakterisasi permukaan menggunakan SEM. Hasil menunjukkan hemiselulosa menurun dari 23,70% menjadi 19,70% dan lignin dari 17,17% menjadi 10,34%. Kekuatan tarik meningkat dari 210,64 MPa menjadi maksimum 421,59 MPa pada durasi 15 jam, kemudian menurun pada 20 jam. Citra SEM mengonfirmasi peningkatan kekasaran permukaan hingga durasi optimum 15 jam, sedangkan pengasapan 20 jam menunjukkan indikasi microcrack dan delaminasi. Durasi pengasapan 15 jam direkomendasikan sebagai kondisi optimum.
Analisis Morfologi Permukaan dan Kekuatan Tarik Serat Pelepah Nipah ( Nypa Frutycans) Akibat Perlakuan Pengasapan Sunardi Arung; Musa Bondaris Palungan; Yafet Bontong
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1692

Abstract

Serat alam sebagai bahan komposit semakin berkembang karena sifatnya yang ringan, terbarukan, dan ramah lingkungan. Penelitian mengenai potensi serat pelepah nipah (Nypa fruticans) terbatas, khususnya  pengaruh pengasapan suhu terkontrol terhadap perubahan sifat mekanik dan morfologi serat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi durasi pengasapan terhadap kekuatan tarik serat dan morfologi permukaan serat. Metode penelitian dilakukan dengan memberikan pengasapan pada suhu 45 °C dengan variasi waktu 0, 5, 10, 15, dan 20 jam. Karakterisasi morfologi permukaan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM); sifat mekanik dianalisis melalui uji tarik serat tunggal dengan mengukur diameter serat, luas penampang, gaya tarik maksimum, dan kekuatan tarik. Hasil pengamatan SEM menunjukkan peningkatan durasi menyebabkan penyusutan lumen, peningkatan kekasaran permukaan, dan munculnya retakan mikro akibat paparan panas. Hasil uji tarik menunjukkan kekuatan tarik meningkat dari 53,20 MPa pada serat tanpa perlakuan menjadi 111,03 MPa pada durasi pengasapan 15 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh penurunan diameter, pengurangan kadar air, dan degradasi parsial komponen amorf seperti hemiselulosa. Pada durasi 20 jam, kekuatan tarik menurun menjadi 100,83 MPa akibat degradasi dinding sel. Penelitian ini menegaskan pengasapan selama 15 jam pada suhu 45 °C merupakan kondisi optimum meningkatkan sifat mekanik serat nipah.