Studi ini menganalisis pola kolaborasi akademik global melalui analisis jaringan co-authorship, menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan keterkaitan negara-negara dalam bidang penelitian dari tahun 2010 hingga 2024. Temuan menunjukkan bahwa negara-negara seperti Amerika Serikat, India, dan Indonesia membentuk pusat kolaborasi utama, dengan jaringan akademik yang kuat di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Wilayah-wilayah ini mendominasi lanskap penelitian global, dengan negara-negara seperti Italia, Prancis, Malaysia, dan Korea Selatan membentuk kluster yang erat terhubung. Analisis juga menyoroti kontribusi akademik yang semakin meningkat dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika, menunjukkan peluang yang semakin besar untuk kemitraan penelitian lintas regional. Studi ini menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, kesehatan masyarakat, dan pembangunan ekonomi, serta menyerukan peningkatan infrastruktur penelitian dan pertukaran akademik, terutama di wilayah yang kurang terwakili.
Copyrights © 2026