Masjid Darul Muttaqin di Pulau Kemarau mengalami ketidakstabilan pasokan air wudhu karena pompa Listrik dengan suplai terpasang dari PLN 900 VA harus berbagi dengan beban lain. Hal ini memicu penurunan tegangan dan melemahkan aliran air pada jam jamaah padat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pompa air berbasis tenaga surya 300 Wp yang menggerakkan pompa DC untuk mengisi tandon air 600-liter di siang hari, kemudian didistribusikan ke titik keran wudhu melalui perbedaan ketinggian. Metode kegiatan adalah pendekatan Masyarakat penerapan teknologi berbasis kebutuhan mitra, diawali dengan survey kebutuhan, perancangan, instalasi, uji coba, serta pelatihan operasi dan pemeliharaan bagi pengurus masjid. Hasil kegiatan menunjukkan sistem mampu menjalankan fungsi dasar layanan, yaitu pengisian tandon tanpa menambah beban listrik masjid dan penyaluran air wudhu yang lebih siap pada waktu salat, disertai SOP sederhana untuk operasi harian dan perawatan berkala. Kegiatan ini menekankan keberlanjutan melalui penguatan kapasitas pengelola lokal dan rencana monitoring.
Copyrights © 2026