Investasi merupakan keputusan bijak yang penting bagi individu, namun rendahnya literasi investasi menyebabkan banyak masyarakat terjerumus dalam investasi ilegal. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, indeks literasi keuangan Provinsi Maluku sebesar 40,78%, berada di bawah rata-rata nasional. Sementara itu, indeks inklusi keuangan mencapai 78,7%, menunjukkan tingginya akses masyarakat terhadap produk keuangan tanpa diimbangi pemahaman yang memadai. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya investasi bodong. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan penguatan literasi keuangan digital kepada guru dan pegawai SMP Negeri 7 Maluku Tengah sebagai kelompok usia produktif dengan penghasilan tetap. Selain melindungi diri sendiri, para guru diharapkan dapat meneruskan edukasi kepada siswa. Metode pelaksanaan meliputi studi pendahuluan, identifikasi dan perumusan masalah, penetapan tujuan, sosialisasi, wawancara, analisis, serta penyusunan kesimpulan dan saran. Kegiatan dilakukan melalui satu kali pelatihan dengan luaran artikel ilmiah nasional terakreditasi dan TKT level 1.
Copyrights © 2026