Pirolisis eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah proses termokimia yang mengubah biomassa menjadi biooil, arang, dan gas, dengan tujuan menghasilkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. Proses ini dilakukan dengan memanaskan eceng gondok pada temperatur 550°C tanpa oksigen, dengan waktu pemanasan sekitar 1 jam. Uap hasil pirolisis dialirkan ke sistem kondensasi untuk didinginkan sehingga mengalami perubahan fase dan menghasilkan biooil sebagai produk utama dalam penelitian ini. Proses pirolisis eceng gondok mampu menghasilkan biooil dengan karakteristik fisik dan kimia seperti densitas 0,981 g/cm³, viskositas (40°C) sebesar 25 mm²/s, titik nyala 120°C, titik tuang –1°C, stabilitas oksidasi 4 jam, bilangan asam 25 mg KOH/g, dan bilangan iodin 80 g I₂/100 g. Penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu produk dari pirolisis eceng gondok yaitu biooil memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus memberikan solusi pengelolaan limbah perairan. Akan tetapi, untuk dapat dimanfaatkan lebih jauh sebagai bahan bakar, biooil yang diperoleh dari proses pirolisis ini memerlukan tahapan pemprosesan lanjutan guna meningkatkan kualitasnya sehingga memenuhi standar spesifikasi bahan bakar cair yang berlaku.
Copyrights © 2026