Studi ini berorientasi untuk mengkaji pengaruh inflasi sektor strategis terhadap Indeks Ketahanan Pangan provinsi di Indonesia tahun 2024. Studi menerapkan metode kuantitatif dengan desain eksplanatori dan metode regresi linear berganda (Ordinary Least Squares) dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Badan Pangan Nasional. Temuan studi menggambarkan bahwa secara parsial inflasi makanan, minuman, dan tembakau berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan. Sebaliknya, inflasi transportasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan. Secara simultan, kedua variabel inflasi sektor strategis berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan dengan kemampuan penjelasan model sebesar 33,3%. Temuan ini menggambarkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan harga pangan, tetapi juga oleh efektivitas distribusi dan konektivitas wilayah. Oleh karena itu, kebijakan penguatan sistem logistik, pembangunan infrastruktur transportasi, serta stabilisasi harga menjadi strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pencapaian SDG 2 secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026