Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kepadatan lingkungan, sanitasi yang buruk, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) memperburuk penyebaran penyakit ini. Keterbatasan penanganan kuratif menjadikan pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas sebagai strategi yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kedokteran komunitas dalam pengendalian DBD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan intervensi berbasis masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap 11 publikasi periode 2015–2025 yang diperoleh dari Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci “Demam Berdarah Dengue”, “kedokteran komunitas”, “promotif”, dan “preventif”. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi promotif seperti edukasi 3M Plus dan pelibatan kader lokal terbukti efektif dalam menurunkan kasus DBD. Pendekatan preventif melalui pengendalian vektor menjadi lebih efektif apabila dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor. Faktor penentu keberhasilan meliputi tingkat pengetahuan masyarakat, kondisi sosiodemografis, serta komunikasi antarlembaga. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya dan rendahnya partisipasi masyarakat. Dengan demikian, pengendalian DBD memerlukan pendekatan komunitas yang terintegrasi berbasis strategi promotif dan preventif untuk mencapai hasil yang optimal.
Copyrights © 2026