Salah satu peranan penting dalam menunjang kesiapan fisik dan mental siswa dalam mengikuti proses pembelajaran merupakan sarapan pagi. Akan tetapi, kondisi di lapangan menunjukkan hasil yang timpang, banyak siswa yang belum terbiasa sarapan pagi dan ini akan memengaruhi hasil belajar siswa. Adanya penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan antara sarapan pagi dengan kemampuan konsentrasi dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, berupa sampel subjek yang diteliti yaitu 23 siswa, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui pengisisn instrument mengenai sarapan pagi, konsentrasi, dan motivasi belajar. Pada hasil penelitian menunjukkan angka yang timpang, siswa yang terbiasa sarapan memiliki frekuensi 7 siswa (30,4%), sedangkan siswa yang masih kadang-kadang sarapan memiliki frekuensi 15 siswa (65,2%), dan 1 siswa (4,3%) yang tidak pernah sarapan. Ini menjadi gambaran di situasi nyata yang membuktikan banyak siswa yang belum terbiasa sarapan dan akan memengaruhi ketidakmerataan kesiapan fisik dan mental siswa untuk terjun dalam proses pembelajaran. Karena siswa yang terbiasa sarapan akan memiliki kemampuan konsentrasi dan meningkatnya motivasi untuk belajar yang baik, jika dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki kebiasaan sarapan pagi. Dengan sebab itu, kebiasaan sarapan pagi menjadi peranan penting dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi dan motivasi, dan menunjang kesiapan belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran.
Copyrights © 2026