Pendidikan agama Islam berfungsi mengintervensi perkembangan anak usia nol sampai dengan enam tahun atau yang sering disebut Anak Usia Dini (AUD), baik dari segi kognitif, emosional, serta spiritual. Penelitian ini bermaksud menganalisa pengaruh pendidikan Islam kepada pencapaian kognitif, sosial emosional, dan nilai moral anak prasekolah atau Anak Usia Dini. Pendidikan Agama Islam dipandang sebagai fondasi yang sangat kuat dalam membentuk karakter, kecerdasan berpikir, serta keseimbangan emosi dan spiritual anak sejak usia dini. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan pendalaman secara teoritis. Hasilnya menunjukkan kalau pendidikan Islam memiliki fungsi yang vital untuk memaksimalkan perkembangan kognitif anak terutama dalam pengenalan konsep dasar keagamaan melalui pembiasaan dan penteladanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran agama Islam dapat membentuk pemikiran anak yang logis dalam mengambil sebuah keputusan, seperti anak memilih meninggalkan mainannya ketika mendengan suara adzan untuk melaksanakan beribadah sholat. Dalam aspek emosional, pendidikan agama membantu anak mengendalikan emosi (marah, senang atau sedih), serta menanamkan kesabaran dan rasa syukur. Untuk aspek spiritual, pendidikan agama Islam akan menumbuhkan kesadaran anak terhadap nilai keimanan tentang adanya Tuhan. Studi ini menegaskan kalau pendidikan Islam merupakan faktor fundamental untuk membentuk karakter dan kepribadian anak secara holistik.
Copyrights © 2026