Kampung Tanjung Barari, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, merupakan wilayah pesisir yang masyarakatnya banyak bergantung pada sektor perikanan. Di daerah ini, alat tangkap bubu telah digunakan secara turun-temurun oleh nelayan setempat untuk menangkap kepiting. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui konstruksi alat tangkap bubu lipat, mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap bubu lipat, mengetahui jenis dan jumlah hasil tangkapan dari alat tangkap bubu lipat, mengetahui daerah penangkapan serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan Kepiting Bakau (Scylla sp.) dengan menggunakan bubu lipat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2025 dan berlokasi di Kampung Tanjung Barari, Distrik Oridek Kabupaten Biak Numfor. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan studi literatur. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu bubu lipat yang digunakan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 60x40x20 cm, dan terdiri dari bagian mulut, engsel, rangka, dinding jaring, pengait umpan, dan pintu. Pengoperasian alat tangkap bubu lipat terdiri dari 4 tahapan yaitu persiapan, pemasangan bubu (setting), perendaman bubu (immersing) dan pengangkatan bubu (hauling). Hasil tangkapan yang diperoleh berupa Kepiting Bakau (Syclla sp.) dengan jumlah total hasil tangkapan selama 8 trip sebanyak 33 ekor dengan berat 14,84 kg. Daerah penangkapan berada di ekosistem mangrove yang terdapat disekitar kampung Tanjung Barari, dengan kedalaman perairan 1,5 meter. Faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan Kepiting Bakau (Scylla sp.) dengan menggunakan bubu lipat yaitu lama perendaman, faktor habitat, desain bubu, dan umpan.
Copyrights © 2025