Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dalam industri kreatif menghadirkan tantangan homogenisasi karya yang dapat mengaburkan keunikan karakter pendidikan seni. Institusi pendidikan nonformal memerlukan strategi identitas visual yang kuat untuk mempertahankan relevansi, orisinalitas, dan nilai estetika di tengah dominasi otomatisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model desain stillomatic—sebuah teknik penyajian storyboard bergerak—sebagai alat branding strategis guna memperkuat pendalaman makna dan karakter pendidikan kreatif. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif berbasis desain (research-based design) yang mencakup tahapan analisis kebutuhan mitra, eksplorasi konsep visual, pengembangan prototipe animasi sederhana, serta uji coba validasi persepsi audiens dan internal mitra. Hasil penelitian berupa prototipe konten stillomatic yang diformulasikan untuk merepresentasikan filosofi institusi serta menonjolkan proses kreatif yang autentik dibandingkan sekadar hasil akhir instan. Pembahasan menyoroti bahwa penggunaan narasi visual melalui stillomatic tidak hanya berfungsi sebagai media promosi yang efektif, tetapi juga menstimulasi pemahaman kognitif dan apresiasi audiens terhadap esensi berkarya. Disimpulkan bahwa integrasi visual storytelling melalui stillomatic mampu membangun positioning lembaga yang berkarakter dan kompetitif. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan nonformal untuk memanfaatkan pendekatan multimedia yang humanis dan naratif dalam menghadapi disrupsi teknologi.
Copyrights © 2025