Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana dalam berita daring Detiksumut berjudul “Prabowo Minta Perusahaan Diusut, Ini Sederet Konflik TPL dengan Warga” menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan fokus pada struktur makro, superstruktur, dan mikro, mencakup tema, organisasi teks, pilihan diksi, latar, praanggapan, serta strategi retoris dan stilistika. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur makro menonjolkan konflik berkepanjangan antara PT Toba Pulp Lestari, masyarakat adat, dan isu lingkungan yang diposisikan sebagai persoalan serius, sementara superstruktur mengatur distribusi suara dengan menempatkan pernyataan Presiden sebagai fokus awal dan akhir teks, serta klarifikasi perusahaan di bagian penutup. Struktur mikro menegaskan ideologi dan relasi kuasa melalui pilihan kata yang bernuansa konflik, koherensi sebab-akibat, latar, dan praanggapan yang membingkai perusahaan sebagai aktor yang berulang kali terlibat konflik. Temuan ini menegaskan bahwa media berperan aktif dalam membentuk persepsi publik, legitimasi tindakan negara, dan konstruksi realitas sosial. Penelitian ini memperkuat relevansi analisis wacana kritis dalam mengungkap relasi kuasa dan ideologi di teks berita daring serta memberikan dasar bagi kajian lanjutan tentang framing konflik lingkungan dan korporasi.
Copyrights © 2026