Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran emosional guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak kelompok bermain di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cinta Kasih Desa Siau Dalam, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar sebagian anak yang ditandai dengan kurangnya fokus, partisipasi aktif, serta keberanian menyampaikan pendapat dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak kelompok bermain. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran emosional guru memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Guru yang menunjukkan sikap empati, kesabaran, perhatian, dan kehangatan emosional mampu menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan suportif. Strategi yang dilakukan guru meliputi membangun kedekatan emosional dengan anak, memberikan penguatan positif berupa pujian dan dukungan, serta merespons kebutuhan emosional anak secara tepat selama proses pembelajaran. Kondisi tersebut membuat anak merasa aman dan nyaman sehingga lebih berani berpartisipasi, menunjukkan antusiasme, dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi emosional guru merupakan faktor penting dalam menumbuhkan motivasi belajar anak usia dini secara optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026