Pengembangan wisata halal menjadi peluang strategis bagi daerah berciri sosial keagamaan kuat, termasuk Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kawasan, merumuskan strategi pengembangan, dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis syariah. Metode meliputi survei lapangan dan analisis data sekunder mengacu pada pedoman wisata halal 2019 melalui 11 indikator, serta pendekatan partisipatif berupa sosialisasi, pendampingan UMKM syariah, dan pelatihan pencatatan keuangan serta akses pembiayaan halal bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah. Hasil menunjukkan Bontotiro memiliki potensi wisata alam, religi, dan budaya yang didukung citra religius dan partisipasi masyarakat. Namun, aspek kebijakan, fasilitas ibadah, sertifikasi halal, promosi digital, dan permodalan UMKM perlu ditingkatkan. Penguatan UMKM syariah melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah dan pembentukan BMT menjadi strategi penting untuk mendukung ekosistem wisata halal berkelanjutan. Sinergi pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi membuka peluang Bontotiro menjadi destinasi halal yang kompetitif, inklusif, dan memberdayakan ekonomi lokal.
Copyrights © 2026