Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan sarana dan prasarana SMA Negeri 1 Malang dengan meninjau kondisi kerusakan, penyebab, mekanisme pemeliharaan, koordinasi penanganan, serta kendala anggaran dalam pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam dengan ketua unit pengembangan mutu sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah fasilitas seperti jaringan Wi-Fi, LCD proyektor, dan komputer sering mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas penggunaan, kurangnya kesadaran pengguna, serta tidak adanya jadwal pemeliharaan preventif yang terstruktur. Pemeliharaan yang dilakukan masih bersifat reaktif, sehingga memperpanjang waktu perbaikan dan menurunkan efisiensi layanan. Koordinasi sudah dilakukan melalui rapat rutin dan pelaporan digital, namun penanganan kerusakan besar tetap memerlukan proses verifikasi yang panjang. Selain itu, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pengadaan dan perbaikan sarpras karena sekolah negeri tidak diperkenankan melakukan pungutan wajib kepada wali murid. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan Preventive Maintenance dan Predictive Maintenance, digitalisasi inventaris serta pengadaan jangka panjang sebagai upaya meningkatkan efektivias pengelolaan sarpras dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal.
Copyrights © 2026