Selada merupakan salah satu tanaman sayuran daun yang dikonsumsi sebagai pelengkap makanan dan mengandung gizi yang tinggi. Umumnya, perbanyakan pada tanaman ini dilakukan secara generatif, salah satunya hidroponik yang menggunakan benih hibrida. Iklim tropis di Indonesia menyebabkan proses pembungaan selada menjadi terkendala sehingga produksi benih hibrida tidak dapat dilakukan secara mandiri. Kultur jaringan merupakan salah satu perbanyakan vegetatif untuk memenuhi ketersediaan benih hibrida dan dapat mengurangi biaya produksi. Penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) berupa auksin seperti IAA (Indole Acetic Acid) dan sitokinin seperti TDZ (Thidiazuron), BAP (Benzylaminopurine), dan Kinetin dapat berpengaruh terhadap keberhasilan perbanyakan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi konsentrasi BAP dan Kinetin terhadap pembentukan planlet dua varietas selada. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas selada, faktor kedua adalah konsentrasi BAP dan kinetin yang masing-masing terdiri dari empat konsentrasi yang dikombinasikan yaitu 0, 0,5, 1,0, dan 1,5 mgL-1. Penelitian ini terdiri dari 32 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 96 unit percobaan yang setiap unitnya terdiri atas 3 botol dengan 3 eksplan/botol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAP dan kinetin memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan eksplan tangkai daun selada. Perlakuan K4 dan K15 pada eksplan varietas Archivel bagian pangkal memiliki persentase eksplan bertunas berakar paling tinggi yaitu 44,4%. Eksplan varietas Archivel juga memiliki pertumbuhan lebih baik dibandingkan eksplan varietas Tiberius.
Copyrights © 2026