Salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman terong sebagai akibat rendahnya daya dukung lahan. Hal ini sangat terkait bahwa umumnya tanaman terong saat ini banyak dibudidayakan di lahan pekarangan yang syarat dengan rendahnya nutrisi maupun bahan organik tanah. Oleh karena itu dalam upaya untuk dapat meningkatkan produksi buah terong per satuan luas dan waktu, maka aplikasi pupuk kandang ayam dan PGPR perlu dilakukan. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan kombinasi yang sesuai antara pupuk kandang ayam dan konsentrasi PGPR telah dilakukan pada bulan Mei – September 2023, di Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terletak pada 7°54′38″ Lintang Selatan dan sekitar 112°36′05″ Bujur Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan menempatkan pupuk kandang ayam pada petak utama, terdiri dari 3 taraf, yaitu (tanpa, dengan 50%, dan 100%) pupuk kandang ayam. Konentrasi PGPR dietmpatkan pada anak petak, terdiri dari 3 taraf, yaitu (tanpa, dengan 15 mL, dan 30 mL) PGPR/L air. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata hanya pada peubah jumlah daun. Pupuk kandang ayam maupun PGPR juga memberi pengaruh nyata pada bobot buah terong ekonomis ha-1r. Aplikasi 100% dosis pupuk kendang ayam mampu meningkatkan bobot segar buah rerong konsumsi masing -masing sebesar 38,55% (7,27 t ha-1) dan 233,71% (18,3 t ha-1) dari pemberian (50% dan tanpa) pupuk kandang ayam. Penggunaan 15 mL dan 30 mL PGPR L-1 air mampu meningkatkan bobot segar buah terong ekonomis masing-masing sebesar 22,95% (3,48 t ha-1) dan 25,71% (4,71 t ha-1) dari pada tanpa PGPR.
Copyrights © 2026