Pengendalian mutu pelaksanaan jalan nasional memegang peranan penting dalam menjamin keberlanjutan dan efisiensi pembangunan infrastruktur. Satuan Kerja (Satker) sebagai pelaksana teknis di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) memiliki tanggung jawab strategis dalam pengawasan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Satker dalam pengendalian mutu jalan nasional di Provinsi Aceh, dengan menyoroti tantangan teknis, kelembagaan, dan sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis isi tematik. Hasil menunjukkan bahwa peran Satker masih belum optimal akibat lemahnya sistem pengawasan berbasis risiko, keterbatasan penerapan Quality Assurance/Control, dan ketimpangan kompetensi antarpegawai. Pengawasan mutu cenderung bersifat administratif, bukan substantif, serta minim integrasi teknologi informasi. Simpulan utama menyatakan bahwa Satker belum menjalankan fungsinya sebagai pengendali strategis mutu secara penuh. Rekomendasi mencakup penguatan kewenangan teknis, integrasi sistem e-monitoring, dan penyusunan pelatihan berbasis output. Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman kelembagaan pengawasan infrastruktur jalan serta memberikan arah perbaikan berbasis bukti di wilayah dengan tantangan geografis seperti Aceh
Copyrights © 2026