Penelitian ini menganalisis perhitungan harga pokok produksi pada CV Sinergy Plastindo Nusantara menggunakan metode Job Order Costing. Perusahaan manufaktur plastik ini memproduksi kantong plastik berdasarkan pesanan namun masih menerapkan perhitungan biaya sederhana. Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik untuk tiga jenis produk dengan total 1.125 kg. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara perhitungan perusahaan dengan Job Order Costing. Perusahaan belum memperhitungkan biaya overhead secara menyeluruh, terutama penyusutan peralatan dan bangunan serta biaya listrik, sehingga HPP undercosted. Penerapan Job Order Costing menghasilkan kenaikan HPP Rp1.381/kg untuk Ori, Rp548/kg untuk KW3, dan Rp460/kg untuk produk Warna. Berdasarkan Normal Pricing dengan target laba 15%, harga jual seharusnya Rp22.630 untuk Ori, Rp18.720 untuk KW3, dan Rp13.350 untuk Warna. Penelitian merekomendasikan penggunaan Kartu Harga Pokok Pesanan untuk meningkatkan akurasi pembebanan biaya dan profitabilitas perusahaan.
Copyrights © 2026