Malnutrisi akut parah masih menjadi masalah kritis di Indonesia, mempengaruhi sekitar satu juta anak di bawah lima tahun, dengan akses terbatas terhadap Makanan Terapi Siap Pakai (RUTF) konvensional karena biaya tinggi, masalah rantai pasokan, dan ketergantungan susu. Studi ini mengembangkan formulasi RUTF inovatif yang menggantikan kalsium yang berasal dari susu dengan limbah cangkang telur olahan, yang menyediakan sekitar 380 mg kalsium per gram dan bioavailabilitas yang sebanding dengan kalsium karbonat. Melalui proses produksi tiga tahap—persiapan, implementasi (termasuk konversi cangkang telur menjadi kalsium laktat), dan penyelesaian (pengemasan dan evaluasi)—RUTF yang dihasilkan menunjukkan warna cokelat unta, aroma yang menyenangkan, rasa sedikit manis, dan tekstur kental, dengan rata-rata preferensi panelis sebesar 85,11% dari 42 penguji yang tidak terlatih di seluruh atribut rasa, warna, aroma, dan tekstur. Analisis nutrisi di Laboratorium Saraswati Indo Genetech mengkonfirmasi kepatuhan terhadap standar WHO: 566-571 kkal/100g energi, 36,87- 37,75% lemak, 9,33-9,61% protein, 309,84-310,61 mg/100g kalsium, 10,14-10,26 mg/100g zat besi, dan 1,14- 1,21 mg/100g kalium. Temuan ini menyoroti potensi limbah cangkang telur untuk meningkatkan aksesibilitas RUTF, mengurangi pemborosan makanan, dan mendukung pengobatan malnutrisi berkelanjutan di lingkungan dengan sumber daya terbatas.
Copyrights © 2026