Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan kebakaran, karena letaknya di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Kondisi ini menuntut adanya kesiapsiagaan yang memadai, terutama di lingkungan sekolah yang padat aktivitas. Madrasah Aliyah Jabal Noer Sidoarjo memiliki bangunan bertingkat dengan akses evakuasi yang terbatas, lorong sempit, serta minimnya fasilitas proteksi kebakaran, sehingga menimbulkan kerentanan tinggi apabila terjadi bencana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa serta guru dalam menghadapi potensi gempa bumi dan kebakaran. Metode yang digunakan berupa survei kondisi eksisting bangunan, penyusunan dan pemasangan peta jalur evakuasi, pemasangan rambu dan poster himbauan, sosialisasi materi kebencanaan, demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada hampir seluruh aspek, meliputi pemahaman definisi mitigasi, prosedur evakuasi, titik kumpul, pemakaian APAR, serta kesadaran akan keselamatan dan kesehatan kerja. Siswa juga menunjukkan sikap lebih positif terhadap pentingnya pelaksanaan simulasi bencana secara rutin. Dengan demikian, program pelatihan ini berhasil mencapai tujuan pengabdian sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana yang berpotensi berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026