Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep teoretis, langkah prosedural, serta dampak penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar (SD). Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual, sehingga media pembelajaran menjadi instrumen vital untuk menerjemahkan materi yang abstrak menjadi konkret. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis pengembangan berbasis model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penggunaan media seperti diorama, peta interaktif, dan media digital (Canva/Quizizz) secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas pembelajaran. Kendala utama ditemukan pada keterbatasan infrastruktur dan kompetensi teknis guru. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan intensif dan kolaborasi melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Oleh karena itu, pemilihan media yang relevan dengan karakteristik siswa menjadi faktor penentu dalam menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, aplikatif, serta menyenangkan di kelas. Upaya kolektif dalam mengoptimalkan sumber daya lokal sebagai bahan media pembelajaran dapat menjadi alternatif efektif untuk mengatasi tantangan keterbatasan sarana prasarana yang ada di sekolah. Disimpulkan bahwa pengembangan media yang sistematis merupakan kunci keberhasilan transformasi pembelajaran IPS di era digital.
Copyrights © 2026