Penggunaan kontrasepsi implan di Indonesia belum sebanding dengan metode jangka pendek seperti suntik dan pil, meskipun implan memiliki efektivitas tinggi dan durasi perlindungan lebih lama. Di wilayah kerja Puskesmas Balaraja, pemilihan implan juga masih lebih rendah dibandingkan metode lainnya. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah tingkat dukungan suami yang berkaitan dengan pemahaman terhadap metode kontrasepsi implan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan suami dan dukungan terhadap penggunaan implan. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada MeiāJuni 2024. Populasi berjumlah 200 suami pasangan usia subur, dengan sampel 66 responden yang dipilih melalui purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang terdiri dari 10 pertanyaan pengetahuan dan 10 pertanyaan dukungan. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan suami dan dukungan terhadap penggunaan KB implan (p = 0,001). Suami dengan pengetahuan baik memiliki peluang lebih besar memberikan dukungan dibandingkan yang berpengetahuan kurang. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan suami berperan penting dalam memperkuat dukungan penggunaan implan. Edukasi dan konseling berbasis pasangan diperlukan untuk meningkatkan partisipasi suami dalam penggunaan kontrasepsi implan
Copyrights © 2026