Jajanan tradisional banyak dikonsumsi masyarakat dan mudah ditemukan di pasar, tetapi penyalahgunaan pewarna sintetis yang tidak diizinkan masih menjadi perhatian dalam aspek keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Rhodamin B pada jajanan tradisional (kue ku dan kue lapis) yang dijual di Pasar Ajibarang serta mengevaluasi respons analisis yang diperoleh dari sampel. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), kemudian dilanjutkan dengan pengukuran kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV–Vis pada panjang gelombang maksimum 557 nm. Hasil KLT tidak menunjukkan adanya noda berfluoresensi yang sesuai dengan baku Rhodamin B pada UV 254 nm dan 366 nm, sehingga Rhodamin B dinyatakan tidak terdeteksi dalam sampel. Pengukuran UV–Vis memberikan nilai nilai serapan yang sangat rendah setara dengan kadar 0,001–0,004% (b/b) yang dianggap sebagai sinyal non-spesifik akibat interferensi matriks sampel, bukan berasal dari analit target. Hasil ini menunjukkan bahwa jajanan tradisional yang diuji tidak mengandung Rhodamin B. Pemantauan berkala tetap diperlukan untuk menjamin keamanan penggunaan pewarna pada pangan tradisional
Copyrights © 2026