Warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan menghadapi tekanan psikologis yang kompleks, termasuk kesepian, stres, kecemasan, trauma, serta kesulitan adaptasi sosial. Kondisi tersebut menuntut adanya intervensi psikologis yang sistematis dan berkelanjutan melalui layanan konseling individu dan kelompok. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi implementasi psikologi konseling individu dan kelompok pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian berbasis partisipatif dengan desain deskriptif-analitis, melibatkan warga binaan perempuan sebagai peserta layanan konseling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran psikologis pra dan pasca intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konseling individu berkontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan pola pikir negatif, sedangkan konseling kelompok efektif dalam mengurangi kesepian, meningkatkan dukungan sosial, serta memperbaiki kemampuan penyesuaian diri warga binaan. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menegaskan efektivitas intervensi konseling dalam konteks pemasyarakatan perempuan. Kesimpulannya, layanan konseling individu dan kelompok merupakan strategi pengabdian masyarakat yang relevan dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis warga binaan perempuan serta mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Copyrights © 2026