Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih tinggi di Indonesia. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi masalah gigi dan mulut pada penduduk Indonesia masih besar, dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 melaporkan bahwa 56,9% penduduk usia ≥3 tahun mengalami keluhan kesehatan gigi dan mulut. Kondisi tersebut, ditambah keterbatasan akses layanan kesehatan gigi di berbagai wilayah, memperkuat kebutuhan edukasi promotif-preventif di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa SD Darul Fallah, Kabupaten Kediri, melalui edukasi berbasis media visual yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi kebutuhan bersama pihak sekolah dan guru pendamping, penyusunan materi edukasi berbasis gambar dan ilustrasi (gigi sehat dan karies, anatomi gigi, teknik menyikat gigi, serta peran gigi sulung), penyampaian edukasi interaktif disertai demonstrasi, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan pada seluruh kelompok siswa setelah intervensi diberikan, dengan peningkatan yang lebih jelas pada siswa kelas 5 dan 6 dibandingkan siswa kelas 4. Temuan ini mengindikasikan bahwa media visual efektif sebagai strategi edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis sekolah, terutama pada kelompok usia yang lebih matang secara kognitif. Ke depan, penguatan media (misalnya audiovisual atau alat peraga) serta pelibatan guru dan orang tua berpotensi meningkatkan efektivitas pada kelompok usia lebih muda dan mendukung keberlanjutan program
Copyrights © 2026