Keterampilan pemahaman membaca merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar, terutama pada jenjang kelas tinggi. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, kemampuan ini tidak hanya berfungsi untuk memahami isi teks secara literal, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan reflektif sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi, proses, serta hasil pengembangan keterampilan membaca pemahaman pada siswa kelas tinggi sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pembelajaran seperti modul ajar serta asesmen formatif. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas VI SD Negeri 0503 Parsombaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca yang dirancang secara kontekstual, kolaboratif, dan berbasis proyek mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan pemahaman siswa terhadap teks bacaan. Strategi seperti guided reading, project-based learning, dan pendekatan metakognitif terbukti efektif dalam memperkuat keterampilan memahami, menafsirkan, serta merefleksikan isi bacaan. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan kendala berupa keterbatasan sumber bacaan yang variatif dan belum optimalnya penerapan asesmen autentik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi yang adaptif, bermakna, dan selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025