Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk karakter, moral, dan etika peserta didik sesuai dengan tujuan Sisdiknas untuk melahirkan bangsa bermartabat. Namun, era digital menghadirkan tantangan besar karena paparan konten negatif di media sosial berpotensi menurunkan moral siswa dan menjauhkan mereka dari nilai-nilai PAI. Oleh sebab itu, guru PAI perlu beradaptasi sebagai mediator nilai yang menanamkan spiritualitas, berdialog dengan orang tua, memberi keteladanan (uswah), dan membangun pembiasaan positif. Strategi pembelajaran PAI harus holistik melalui empat pilar utama: pedagogi kontekstual (mengaitkan materi dengan isu digital melalui PBL dan CTL), aktivitas keterampilan (mewujudkan teori dalam praktik nyata melalui PjBL dan ibadah intensif), pemodelan dan pembiasaan, serta pengukuran holistik yang menilai aspek afektif, psikomotorik, dan refleksi diri. Pendekatan ini diharapkan melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, bermoral, dan berintegritas spiritual..
Copyrights © 2026