Tunarungu adalah kondisi kehilangan kemampuan pendengaran individu. Dalam berinteraksi, penyandang tunarungu menggunakan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) tetapi masih banyak orang yang tidak menguasai. Kondisi tersebut mengakibatkan penyandang tunarungu mengalami kesulitan dalam bersosialisasi yang menyebabkan munculnya stigmatisasi oleh masyarakat sekitar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk menguraikan indikator penyebab diskriminasi perlakuan terhadap penyandang tunarungu serta menciptakan solusi teknologi kesehatan guna membantu komunikasi dan aksesibilitas sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tiga tahapann utama meliputi pengumpulan data, penafsiran, serta penyajian hasil menggunakan tabel, grafik, dan gambar. Terdapat beberapa indikator penyebab diskriminasi perlakuan terhadap penyandang tunarungu yakni kurangnya penguasaan masyarakat terkait SIBI, inovasi teknologi yang tidak memadai, serta pola asuh orang tua yang terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebut, MOVERS hadir sebagai sistem konversi bahasa isyarat Indonesia berbasis internet of things guna membantu aksesibilitas penyandang tunarungu. Hadirnya MOVERS dapat mengatasi keterbatasan komunikasi dan aksesibilitas bagi penyandang tunarungu serta mendukung pelaksanaan Sustainable Development Goals poin ke-3 (good health and well-being) dan poin ke-9 (industry, innovations, and infrastructure).
Copyrights © 2026