Latar Belakang: Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana lingkungan yang berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya meningkatnya kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Rendahnya literasi kesehatan dan belum optimalnya pemanfaatan rekam medis keluarga menjadi tantangan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan kabut asap. Tujuan: meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ISPA akibat kebakaran hutan melalui edukasi literasi kesehatan dan pemanfaatan rekam medis keluarga di wilayah kerja Puskesmas Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala. Metode: pendekatan edukatif berbasis komunitas dengan desain pre-test dan post-test pada 30 responden yang terdiri dari kader kesehatan dan masyarakat. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan mengenai pencegahan ISPA serta pencatatan rekam medis keluarga sederhana. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat, ditandai dengan kenaikan persentase jawaban benar dari kisaran 20–30% pada pre-test menjadi lebih dari 75% pada post-test. Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan yang terintegrasi dengan pemanfaatan rekam medis keluarga efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak kesehatan bencana asap. Pendekatan berbasis komunitas ini berpotensi menjadi model penguatan kesiapsiagaan kesehatan di wilayah rawan bencana serta mendukung pengembangan sistem kesehatan primer yang responsif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026