Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparatif terhadap kurikulum matematika jenjang SMP di New South Wales (NSW), Australia, dan Indonesia, dengan menelaah persamaan serta perbedaan pada aspek struktur kurikulum, pendekatan pedagogis, dinamika kebijakan pendidikan, dan standar asesmen yang diterapkan pada kedua sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-komparatif. Metode yang diterapkan adalah studi kepustakaan (library research), yang bertujuan untuk mengkaji, membandingkan, dan mengevaluasi secara kritis dokumen kebijakan kurikulum serta hasil penelitian relevan terkait pendidikan matematika di New South Wales dan Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum matematika di NSW memiliki keunggulan pada kesinambungan struktur antartingkat, kejelasan capaian pembelajaran (syllabus outcomes), serta pendekatan pedagogis berbasis inkuiri dan pemecahan masalah kontekstual yang berfokus pada pengembangan kemampuan Understanding, Fluency, Problem Solving, dan Reasoning. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan di NSW menekankan pada konstruktivisme, pemecahan masalah, dan asesmen autentik yang menilai proses sekaligus hasil belajar. Sementara itu, kurikulum di Indonesia, khususnya Kurikulum Merdeka, memiliki fleksibilitas tinggi dan relevansi kontekstual, namun masih menghadapi kendala implementasi akibat keterbatasan sumber daya, pelatihan guru, dan inkonsistensi kebijakan. Rekomendasi penelitian ini menekankan penguatan kesinambungan kurikulum, optimalisasi asesmen formatif, peningkatan kompetensi guru berbasis eksplorasi dan teknologi, serta konsistensi kebijakan jangka panjang untuk mewujudkan kurikulum matematika yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Copyrights © 2026